Reparasi Kerusakan Komunikasi USB Pada BlackBerry
October 24, 2014
Reparasi Venera 819 Bootloop
October 28, 2014
Sistem audio sebuah ponsel terlihat berkembang cukup pesat. Jika diingat-ingat lagi, terbayang bagaimana sistem audio ponsel begitu sederhana pertama kali ponsel keluar. Fungsinya hanya sekedar mengirim data suara penggunanya saja. Pada bagian dering atau ringer ponsel, kita hanya mengenal suara dering yang cuma bisa mengeluarkan satu nada dalam satu waktu. Seiring dengan teknologi yang maju pesat, yang sebelumnya hanya satu nada, muncullah istilah polyphonic. Saat itu, suara ringtone sudah mulai bervariasi. Bisa menampilkan empat, delapan, bahkan 32 suara secara bersamaan. Revolusi audio terus berjalan. Lanjut lagi dengan adanya midi, mp3, dan lain-lain. Hingga kini kita bisa membuat sendiri ringtone jenis apapun dari lagu maupun cuplikan suara  yang kita suka.
Cerita di atas boleh jadi merupakan ulasan para pengguna ponsel diurut dari pertama kali ponsel keluar. Nah jika kita lihat dari sudut pandang teknis, bagaimana ceritanya?

Tentu cukup panjang dan rumit untuk dijelaskan perkembangan tehnisnya dari awal hingga sekarang . Namun bila kita boleh membuat satu kesimpulan sederhananya,  perkembangan audio sebuah ponsel berkembang begitu dahsyat! Dunia audio digital ponsel terasa seperti suara  analog ! Suaranya begitu nyata, walau sebenarnya tidak lain hasil dari sampling data analog yang didapat dari data data digital dalam ponsel. Dikarenakan samplingnya begitu canggih, akhirnya bisa mengelabui telinga para pendengarnya.
Apakah kerusakan yang ditemukan pada bagian audio semakin rumit? Ya, tentu saja! Seperti cuplikan cerita berikut ini. Pada sesi studikasus, seorang murid membawa ponsel blackberry bertipe 9900. Masalahnya terletak pada bagian audionya. Jika dipakai untuk menelepon, suara kita hanya bisa didengar oleh lawan bicara beberapa saat saja. Sesudahnya, suara kita akan hilang di ponsel lawan bicara. Tapi jika batere dilepas dan dipasang kembali, suara muncul lagi. Apa yang harus dikerjakan? Si murid kebingungan.

Mari kita teliti lagi kasus di atas. Problemnya adalah suara pengguna ponsel tidak bisa didengar lawan bicara. Artinya ada yang tidak beres di bagian mic.

Kita lihat cuplikan skema di bawah ini.
audio-9900-3
“Saya sudah mengganti micnya, tapi nihil!”  celetuk si murid.

Kalau kita ingat lagi gejalanya, suara hilang seusai beberapa saat ponsel dipakai. Apakah masalah pada adanya jalur yang putus? Sepertinya tidak! Karena ponsel ketika pertama dipakai, suara normal. Jadi bukan masalah di jalur putus.
“Periksa kapasitor !” jawabku. Umumnya gejala kerusakan seperti ini adalah gejala kapasitor yang rusak. Beberapa kapasitor yang harus diperiksa di jalur mic adalah C1630, C1631,C1509, C1507, C1505, C1517, C1501, serta C1502.
Sang murid pun memeriksa dengan teliti setiap kapasitor yang sudah ditunjuk. Akhirnya, ditemukanlah C1501 mengalami kebocoran. Setelah diganti, ponselpun kembali normal.
[fcb id='1' align='center'][/fcb]
Sistem audio sebuah ponsel terlihat berkembang cukup pesat. Jika diingat-ingat lagi, terbayang bagaimana sistem audio ponsel begitu sederhana pertama kali ponsel keluar. Fungsinya hanya sekedar mengirim data suara penggunanya saja. Pada bagian dering atau ringer ponsel, kita hanya mengenal suara dering yang cuma bisa mengeluarkan satu nada dalam satu waktu. Seiring dengan teknologi yang maju pesat, yang sebelumnya hanya satu nada, muncullah istilah polyphonic. Saat itu, suara ringtone sudah mulai bervariasi. Bisa menampilkan empat, delapan, bahkan 32 suara secara bersamaan. Revolusi audio terus berjalan. Lanjut lagi dengan adanya midi, mp3, dan lain-lain. Hingga kini kita bisa membuat sendiri ringtone jenis apapun dari lagu maupun cuplikan suara  yang kita suka.

Cerita di atas boleh jadi merupakan ulasan para pengguna ponsel diurut dari pertama kali ponsel keluar. Nah jika kita lihat dari sudut pandang teknis, bagaimana ceritanya?

Tentu cukup panjang dan rumit untuk dijelaskan perkembangan tehnisnya dari awal hingga sekarang . Namun bila kita boleh membuat satu kesimpulan sederhananya,  perkembangan audio sebuah ponsel berkembang begitu dahsyat! Dunia audio digital ponsel terasa seperti suara  analog ! Suaranya begitu nyata, walau sebenarnya tidak lain hasil dari sampling data analog yang didapat dari data data digital dalam ponsel. Dikarenakan samplingnya begitu canggih, akhirnya bisa mengelabui telinga para pendengarnya.

Apakah kerusakan yang ditemukan pada bagian audio semakin rumit? Ya, tentu saja! Seperti cuplikan cerita berikut ini. Pada sesi studikasus, seorang murid membawa ponsel blackberry bertipe 9900. Masalahnya terletak pada bagian audionya. Jika dipakai untuk menelepon, suara kita hanya bisa didengar oleh lawan bicara beberapa saat saja. Sesudahnya, suara kita akan hilang di ponsel lawan bicara. Tapi jika batere dilepas dan dipasang kembali, suara muncul lagi. Apa yang harus dikerjakan? Si murid kebingungan.

Mari kita teliti lagi kasus di atas. Problemnya adalah suara pengguna ponsel tidak bisa didengar lawan bicara. Artinya ada yang tidak beres di bagian mic.

Ikuti Kami dan Bagikan

Comments are closed.