Analisa Kerusakan Kabel Fleksibel BlackBerry Torch
October 22, 2014
Solusi Komponen BlackBerry Panas
October 23, 2014
Charger dan powerbank kini sudah menjadi barang yang wajib dibawa kemanapun kita pergi. Yang cukup disayangkan adalah beberapa pengguna ponsel belum menyadari charger yang dipakai belum tentu kompatibel dengan ponsel lainnya. Output yang dihasilkan tiap travel charger / adapter tiap ponsel berbeda. Dan hal ini bisa memicu kerusakan komponen pada ponsel.

Sebagai tambahan kita perlu memahami terlebih dahulu proses pengisian batere yang terjadi pada ponsel. Simak Diagram berikut ini.
Dari blok diagram, bisa dilihat kalau asal mula proses pengisian berasal dari charger. Saat charger dihubungkan, listrik arus searah sebesar 5 V DC, dikirim ke IC charging control melalui konektor charger. Oleh IC ini, tegangan yang akan dikirim ke batere disesuaikan dengan level tegangan batere, yaitu sekitar 3,7 V lebih sedikit (lebih besar sedikit dibandingkan dengan tegangan batere yang terpasang). Dengan memberikan tegangan Sekaligus IC ini mengatur proses pengisian, apakah batere sudah penuh atau belum, apakah suhu batere terlalu tinggi, yang menentukan proses pengisian harus terus berlangsung atau harus dihentikan.
Diagram blok ini berlaku umum untuk setiap ponsel. Dari sini kita mulai menganalisa apa penyebab ponsel BlackBerry jadi mati total ketika dipasang dengan charger lain. Pertama kita harus memperhatikan apakah charger mereka sama?
Tertulis pada spesifikasi produk, output tegangan 5V, 0.5 A. Jika kita bandingkan dengan charger buatan china yang serupa, tegangan output tertulis sama.
Saat diperhatikan kabel konektor output charger, bentuknya pun terlihat sama, begitu juga konektor charger pada ponsel pun tampak sama.

Selain bentuk dari konektor, kita harus juga memperhatikan sambungan dari setiap pin dari konektor tersebut ke rangkaian dalam ponsel BlackBerry.Terlihat kaki 1 adalah tegangan charger atau VBUS
Jalur VBUS akan menuju ke IC power. Lihat gambar di bawah
Dari skema bisa dilihat kalau pin satu dari konektor adalah tempat masuknya tegangan listrik 5 volt dari charger. Tegangan ini akan diteruskan ke IC pengontrol power kaki C10 dan C11. Bisa dikatakan bahwa susunan rangkaian charger di ponsel BlackBerry hampir sama dengan ponsel China. Begitu juga dengan chargernya. Namun jika kita teliti lebih lanjut, akan banyak yang ditemui charger pasangan ponsel buatan china yang ternyata tidak sesuai standarnya. Walaupun sudah ditulis pada spesifikasi produk bahwa tegangan outputnya sebesar 5 volt, namun sewaktu diukur tegangan yang keluar sesungguhnya adalah lebih dari 5 volt, bahkan bisa mencapai 7 atau 8 volt. Inilah penyebab utama rusaknya ponsel BlackBerry sewaktu dipasang dengan charger ponsel china. Tegangan input berlebih sehingga merusak rangkaian dalam. Saat ditelaah lebih lanjut bisa dilihat bahwa IC pengontrol Charger-lah yang rusak. Yang menambah rumit masalah, IC ini digabung menjadi satu dengan IC Power utama. Tak heran sewaktu IC ini rusak, bukan lagi ponsel tidak bisa diisi ulang, tapi masalah yang muncul adalah mati total. Bagaimana cara perbaikannya? Mudah saja, IC pengontrol charger (IC Power) harus diganti. Setelah diganti, ponsel pun kembali normal.
[fcb id='1' align='center'][/fcb]

Charger dan powerbank kini sudah menjadi barang yang wajib dibawa kemanapun kita pergi. Yang cukup disayangkan adalah beberapa pengguna ponsel belum menyadari charger yang dipakai belum tentu kompatibel dengan ponsel lainnya. Output yang dihasilkan tiap travel charger / adapter tiap ponsel berbeda. Dan hal ini bisa memicu kerusakan komponen pada ponsel.

Sebagai tambahan kita perlu memahami terlebih dahulu proses pengisian batere yang terjadi pada ponsel. Simak Diagram berikut ini.

Dari blok diagram, bisa dilihat kalau asal mula proses pengisian berasal dari charger. Saat charger dihubungkan, listrik arus searah sebesar 5 V DC, dikirim ke IC charging control melalui konektor charger. Oleh IC ini, tegangan yang akan dikirim ke batere disesuaikan dengan level tegangan batere, yaitu sekitar 3,7 V lebih sedikit (lebih besar sedikit dibandingkan dengan tegangan batere yang terpasang). Dengan memberikan tegangan Sekaligus IC ini mengatur proses pengisian, apakah batere sudah penuh atau belum, apakah suhu batere terlalu tinggi, yang menentukan proses pengisian harus terus berlangsung atau harus dihentikan.

Ikuti Kami dan Bagikan

Comments are closed.