Trik Perbaikan Tablet Android China
December 16, 2014
Perbaikan Tablet Android Ainol 10 Hero Mati total
December 20, 2014

Sebagai ponsel BlackBerry paling sukses mengusung sistem operasi terbaru BlackBerry OS 10, ponsel Q10 terbilang laku di pasar. Memang jika dibandingkan dengan volume penjualan saat BlackBerry masih berjaya, seri Q10, memang dibawah seri-seri sebelumnya. Namun tetap saja cukup laris di pasaran nasional.Karena memang didesain untuk menjalankan sistem operasi yang baru, banyak perubahan yang jelas terlihat pada ponsel ini. Dari sisi hardware, banyak pula yang diubah demi mencapai performa yang maksimal. Jangan bingung jika kita melihat banya IC-IC yang baru dirancang, terpasang pada mainboard Q10. Seringkali pula, hal ini mengakibatkan rekan-rekan teknisi kurang percaya diri saat memperbaikinya.Seperti yang dialami seorang murid dalam sesi studi kasus. Pada sesi ini, setiap murid diperbolehkan untuk membawa ponsel yang rusak untuk ditangani bersama. Pengajar dan asisten akan membimbing murid-murid untuk memperbaiki kerusakan ponsel tersebut. Saat pelajaran baru saja dimulai, seorang murid datang menghampiri saya sambil membawa ponselnya Q10 yang mati total. Dengan raut agak kesal, sang ia berkeluh, “ Sebenernya BB Q10 ini, masih dalam masa garansi, tapi waktu dibawa ke service center, ditolak untuk diperbaiki. Alasannya karena ponsel ini pernah kemasukan air sebelumnya. Sudah dicoba dipanasi IC-nya, tapi masih tidak bisa nyala juga. Apalagi yang harus dikerjakan ya?” tanyanya. Tanpa menghabiskan banyak waktu lagi, ponsel tersebut dibongkar, lalu diperbaiki bersama-sama sampai selesai.

Pada kesempatan kali ini, VTIGA Kursus Perbaikan HP dan Laptop hendak membahas cara perbaikan kerusakan mati total ponsel BlackBerry Q10. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Pada ponsel yang rusak karena terkena air, umumnya memang tidak bisa diklaim ke service center untuk mendapatkan garansi. Untuk itu, penanganan awal dari ponsel ini sangatlah penting. Bagi rekan-rekan teknisi, perlu diingatkan untuk jangan menghidupkan langsung ponsel yang terkena air, atau menghubungkan ponsel tersebut ke power supply. Alasannya, jika memang terdapat konslet pada rangkaian dalam ponsel, apabila dipaksa dinyalakan, dapat mengakibatkan kerusakan di bagian lain, terutama bagian yang terhubung langsung ke daerah yang konslet. Tidak heran kerusakan yang tadinya satu tempat, bisa merembet ke bagian lain, sehingga kerusakan pun menjadi bertambah parah. Langkah penanganan yang pertama yang harus diambil adalah, membersihkan dan mengeringkan rangkaian ponsel tersebut dalam kondisi listrik (batere atau power supply) terlepas. Setelah itu barulah ponsel boleh dicoba dinyalakan untuk diperiksa lebih lanjut.
Kembali ke kasus yang dibawa sang murid tadi, setelah ponsel Q10 tadi dibuka, dibersihkan dan dikeringkan, lalu ponsel diperiksa dengan menggunakan power supply. Dengan menghubungkan power supply pada terminal batere ponsel, BlackBerry Q10 tadi dicoba untuk dinyalakan. Sambil diperiksa berapa besar konsumsi arusnya, LED indikator status juga dilihat dengan teliti. Hasilnya, konsumsi arus hanya sebesar 60 mA. Tergolong kecil untuk sebuah ponsel yang memiliki begitu banyak chip di dalamnya. Namun perlu diingat bahwa IC Power yang digunakan pada ponsel ini berupa LDO. Pada LDO, jika output dari rangkaian ternyata terhubung singkat ke ground , secara otomatis outputnya diturunkan menjadi 0 volt. Dengan demikian, banyak keuntungan yang didapat, diantaranya, kerusakan tidak merambat kemana-mana. Sedangkan LED indikator status tidak menyala sama sekali. Karena LED ini juga merupakan penanda keaktifan CPU utama, bisa disimpulkan kalau CPU ini sama sekali belum bekerja.
Dari analisa awal tadi didapat 2 data penting, yang pertama, konsumsi arus dibawah normal. Kedua, CPU belum bekerja. Dari mana harus dimulai proses pemeriksaannya? Dalam sebuah prosedur yang sudah kami susun, semua dimulai dari yang mudah dan simple untuk dilakukan, kemudian secara bertahap, masuk ke langkah yang lebih rumit dan detail. Langkah pemeriksaan dilanjutkan ke pengecekan jalur supply listrik, namun kita pastikan terlebih dahulu semua jalur tidak ada yang terhubung singkat ke ground. Dengan teknik khusus, langkah ini sangat mudah dilakukan dan hanya membutuhkan waktu yang singkat.Selesai diperiksa, ditemukan sebuah kapasitor yang konslet C2033, kedua kaki dari kapasitor ini terhubung ke ground. Setelah komponen ini dicabut, jalur diperiksa kembali. Karena sudah tidak konslet lagi, ponsel kembali dinyalakan. Pemakaian listrik berubah, ditandai dengan jarum ampere naik lebih tinggi dibanding sebelum konslet diperbaiki, namun ponsel belum menyala normal. Perlu dijelaskan disini, bahwa IC Power di ponsel ini memiliki rangkaian pengaman. Jika beban yang dijalankan konslet, outputnya jadi 0 volt, arus pun tidak mengalir ke rangkaian yang konslet. Dengan demikian, tidak heran saat kita melihat ponsel yang konslet, pemakaian arusnya malah lebih kecil dibandingkan dengan ponsel yang tidak konslet. Banyak sekali kasus kerusakan ponsel BlackBerry hanya disebabkan karena ada sebuah kapasitor yang konslet, setelah komponen ini diganti, ponsel kembali menyala. Oleh sebab itu, rekan-rekan teknisi harus mengerti dengan jelas teknik mencari konslet yang efektif dan cepat.

bb q10
bbq10-

Karena memang CPU belum bekerja sama sekali, pemeriksaan dilanjutkan dengan mengukur beberapa parameter yang menentukan aktifitas CPU, diantaranya adalah tegangan kerja keluaran dari IC Power. Tegangan ini harus dipastikan ada dan tepat nilainya. Dengan melihat cuplikan skema diatas, bisa dilihat tegangan kerja yang dihasilkan oleh IC Power. Beberapa titik tegangan yang wajib diukur.

- Vsys di C2123 atau C2001 berkisar antara 3,5 volt s/d 4 volt, hasil pengukuran 3,95 volt
- VREG_S4_1P8 di C2038 berkisar 1,8 volt, hasil pengukuran 1,79 volt
- VREG_L4_1P8 di C2109 berkisar 1,8 volt, hasil pengukuran 1,79 volt
- VREG_L1_1P05 di C2106 berkisar 1,05 volt, hasil pengukuran 0,16 volt
- VREG_L24_1P05 di C2135 berkisar 1,05 volt, hasil pengukuran 0,11 volt
- Tegangan-tegangan output IC power lainnya juga banyak yang dibawah kondisi normal Setelah diukur, titik tegangan banyak yang bermasalah. Tegangannya tidak sesuai dengan ketentuan. Perlu dicatat, jika tegangannya tidak sesuai, berarti IC Power sudah bermasalah. Ketika IC ini tidak mengeluarkan tegangan yang seharusnya, IC yang lain pun tidak bisa bekerja, karena membutuhkan tegangan kerja dari IC power, termasuk CPU. Akibatnya ponsel tidak bisa menyala.
- Gambar titik letak pengukuran tegangan
-

q10-=

Jika semua tegangan kerja baik adanya, pemeriksaan dilanjutkan ke pengukuran signal clock. Karena saat pengukuran clock kita memerlukan informasi berapa besar frekwensi singnal tersebut, maka pengukuran besaran ini tidak bisa dilakukan dengan menggunakan multitester. Untuk itu, kita menggunakan sebuah alat pengukur frekwensi, yaitu frequency counter. Dengan alat ini kita bisa mengukur frekwensi dari clock secara akurat.
Karena letak kerusakan sudah ditemukan yaitu di bagian IC Power, komponen ini lalu diganti. Setelah itu, ponsel pun kembali normal.


Trik Perbaikan</a

Berbagai Trik Perbaikan HP, Smartphone, serta Laptop

Cara Perbaikan Laptop

telephone

021-6317158, 021-92955593
Telkomsel : 081288508878
XL : 087883327959
Indosat : 085888991173
Three : 08989239250

e-mail, Pin BB dan WhatsApp

Email : [email protected]
Pin BB : 580390DD
WhatsApp : 081288508878

Kumpulan Video Perbaikan

Silahkan klik tulisan di atas untuk melihat kumpulan video perbaikan

Sebagai ponsel BlackBerry paling sukses mengusung sistem operasi terbaru BlackBerry OS 10, ponsel Q10 terbilang laku di pasar. Memang jika dibandingkan dengan volume penjualan saat BlackBerry masih berjaya, seri Q10, memang dibawah seri-seri sebelumnya. Namun tetap saja cukup laris di pasaran nasional. Karena memang didesain untuk menjalankan sistem operasi yang baru, banyak perubahan yang jelas terlihat pada ponsel ini. Dari sisi hardware, banyak pula yang diubah demi mencapai performa yang maksimal. Jangan bingung jika kita melihat banya IC-IC yang baru dirancang, terpasang pada mainboard Q10. Seringkali pula, hal ini mengakibatkan rekan-rekan teknisi kurang percaya diri saat memperbaikinya. Seperti yang dialami seorang murid dalam sesi studi kasus. Pada sesi ini, setiap murid diperbolehkan untuk membawa ponsel yang rusak untuk ditangani bersama. Pengajar dan asisten akan membimbing murid-murid untuk memperbaiki kerusakan ponsel tersebut. Saat pelajaran baru saja dimulai, seorang murid datang menghampiri saya sambil membawa ponselnya Q10 yang mati total. Dengan raut agak kesal, sang ia berkeluh, “ Sebenernya BB Q10 ini, masih dalam masa garansi, tapi waktu dibawa ke service center, ditolak untuk diperbaiki. Alasannya karena ponsel ini pernah kemasukan air sebelumnya. Sudah dicoba dipanasi IC-nya, tapi masih tidak bisa nyala juga. Apalagi yang harus dikerjakan ya?” tanyanya. Tanpa menghabiskan banyak waktu lagi, ponsel tersebut dibongkar, lalu diperbaiki bersama-sama sampai selesai.

Ikuti Kami dan Bagikan

Comments are closed.