Menganalisa Komponen short pada axioo pico
September 24, 2016
Cara membongkar zenwatch 2
September 24, 2016

Dunia dikejutkan dengan serangkaian peristiwa ledakan yang terjadi hampir bersamaan, kali ini si pelaku bukanlah teroris, melainkan sebuah gadget premium Samsung Galaxy Note 7. Memang tidak sampai merenggut korban jiwa, namun sekurang-kurangnya reputasi menjulang Samsung sebagai produsen smartphone terbesar sudah tercoreng. Diperkirakan Samsung rugi sampai triliunan rupiah karena kasus ini.Untungnya di tanah air, kasus ini belum sempat merebak, karena SEIN sebagai distributor Samsung Indonesia menarik produk, sebelum sampai di tangan pembeli.

Mengapa hal ini bisa terjadi, VTIGA akan mencoba mengupas dari sisi teknisnya. Kita tidak bisa langsung menuduh siapa yang salah di sini, seperti banyak orang menuduh kalau batere-lah penyebab semua ini. (sampai-sampai harga saham dari perusahaan penyuplai batere Samsung, anjlok nilainya). Memang benar batere yang meledak, tapi, semua batere normal pun akan meledak jika ditangani secara salah.

Dalam sebuah system pengaturan daya yang sempurna dalam ponsel, proses pengisian batere sangat diperlukan. Sewaktu energi dalam batere berkurang, batere harus diisi ulang. Proses ini sudah dirancang sedemikian rupa sehingga, saat batere penuh, proses harus terhenti, walaupun charger masih terpasang pada ponsel. Ingat, pengguna ponsel sering kali tetap mencolok charger walaupun batere sudah penuh. Apa yang akan terjadi jika proses charger tetap berlangsung walau batere sudah penuh ? Suhu batere akan meningkat, dan terjadi proses kimia dalam batere yang tidak diinginkan yang akan menghasilkan panas tak terkendali, tidak menutup kemungkinan terjadi ledakan.

Dalam sistem pengamanan yang ada di ponsel, terpasanglah banyak sensor, diantaranya sensor tegangan batere yang memeriksa apakah batere dalam kondisi penuh atau kosong. Ada juga sensor suhu yang mengecek apakah suhu ponsel masih dalam tahap aman atau sudah membahayakan. Sensor-sensor inilah yang akan mengirimkan data keprosesor utama ponsel. Akhirnya, berdasarkan program yang sudah tertulis dalam chip memory, prosesor akan memutuskan apakah proses harus dihentikan atau bahkan ponsel harus dimatikan untuk mencegah hal-hal yang membahayakan. Apabila sensor tidak mengirim data yang seharusnya, atau prosesor salah memutuskan (umumnya karena bugs pada softwarenya ), hal-hal yang berbahaya dapat saja terjadi.

Memang sampai saat ini Samsung menutup rapat-rapat apa penyebab utama dari rangkaian ledakan Samsung Galaxy Note 7 di seluruh dunia. Namun dari sisi teknis, pastilah ada ketidaksempurnaan perancangan yang sungguh di luar dugaan perancang yang sangat berpengalaman sekalipun.

Ditulis oleh:

VTIGA Training Center

  [fcb id='1' align='center'][/fcb]

Trik Perbaikan</a

Berbagai Trik Perbaikan HP, Smartphone, serta Laptop
telephone

021-6317158, 021-92955593
Telkomsel : 081288508878
XL : 087883327959
Indosat : 085888991173
Three : 08989239250

e-mail, Pin BB dan WhatsApp

Email : [email protected]
Pin BB : 580390DD
WhatsApp : 081288508878

Kumpulan Video Perbaikan

Silahkan klik tulisan di atas untuk melihat kumpulan video perbaikan

Dunia dikejutkan dengan serangkaian peristiwa ledakan yang terjadi hampir bersamaan, kali ini si pelaku bukanlah teroris, melainkan sebuah gadget premium Samsung Galaxy Note 7. Memang tidak sampai merenggut korban jiwa, namun sekurang-kurangnya reputasi menjulang Samsung sebagai produsen smartphone terbesar sudah tercoreng. Diperkirakan Samsung rugi sampai triliunan rupiah karena kasus ini.Untungnya di tanah air, kasus ini belum sempat merebak, karena SEIN sebagai distributor Samsung Indonesia menarik produk, sebelum sampai di tangan pembeli.

Mengapa hal ini bisa terjadi, VTIGA akan mencoba mengupas dari sisi teknisnya. Kita tidak bisa langsung menuduh siapa yang salah di sini, seperti banyak orang menuduh kalau batere-lah penyebab semua ini. (sampai-sampai harga saham dari perusahaan penyuplai batere Samsung, anjlok nilainya). Memang benar batere yang meledak, tapi, semua batere normal pun akan meledak jika ditangani secara salah.

Dalam sebuah system pengaturan daya yang sempurna dalam ponsel, proses pengisian batere sangat diperlukan. Sewaktu energi dalam batere berkurang, batere harus diisi ulang. Proses ini sudah dirancang sedemikian rupa sehingga, saat batere penuh, proses harus terhenti, walaupun charger masih terpasang pada ponsel. Ingat, pengguna ponsel sering kali tetap mencolok charger walaupun batere sudah penuh. Apa yang akan terjadi jika proses charger tetap berlangsung walau batere sudah penuh ? Suhu batere akan meningkat, dan terjadi proses kimia dalam batere yang tidak diinginkan yang akan menghasilkan panas tak terkendali, tidak menutup kemungkinan terjadi ledakan.

Ikuti Kami dan Bagikan
error0

Comments are closed.

YouTube0
YouTube
Facebook
Facebook
Instagram2k
Google+168
Google+
Follow by Email
WhatsApp chat