Xiaomi Redmi 1S merupakan smartphone buatan salah satu produsen dari China yang sedang naik daun yaitu Xiaomi. Perangkat ini diumumkan dan dirilis secara resmi pada Mei 2014, namun baru beredar di Indonesia sekitar Agustus 2014 ini. ia merupakan penerus dari pendahulunya yaitu Xiaomi Redmi (tanpa 1S). Pada episode sebelumnya VTiga telah membahasi sebagian fungsi dan letak komponen pada Xiaomi Redmi 1S. dan pada bab kedua ini VTiga akan melanjutkan artikel yang kurang sempurna pada bab pertama tadi.

Mari kita lihat ulasannya berikut ini.

Keterangan:

G. Oscillator RF clock Hati-hati dengan komponen ini, walaupun ukurannya relatif kecil, namun fungsinya sangat sentral. Selain dapat menyebabkan mati total, bisa juga mengakibatkan kerusakan no signal. Pada dasarnya, Osilator ini berfungsi untuk menghasilkan suatu gelombang sinus dengan frekuensi Radio. Frekwensi ini harus benar-benar tepat. Bila osilator ini rusak, akan menyebabkan mati total, tidak bisa mendapat signal, signal turun naik, gangguan pada saat telepon, dan juga handphone suka mati

H. IC PA (Power Amplifier) Power Amplifier atau sering juga disebut penguat akhir berfungsi untuk menguatkan signal TxRF yang sudah dimodulasi, sehingga memiliki power yang cukup untuk mencapai BTS yang terdekat. Komponen ini relatif mudah rusak. Bila terjadi kerusakan akan mengganggu system pemancar pada handphone. Gangguan yang bisa dilihat oleh pemakai adalah handphone tidak bisa telepon keluar masuk, sulit menelepon, tidak ada signal sama sekali, boros batere,dan lain lain.
IC ini sangat mudah rusak. Sehingga pantas mendapat prioritas sewaktu memperbaiki masalah signal pada ponsel. Ada baiknya, teman-teman teknisi memastikan terlebih dahulu bahwa bagian penerima (Rx) dari ponsel dalam kondisi baik, sebelum memeriksa IC PA.

I. Filter EMI LCD Berguna untuk melindungi IC CPU dari listrik statis yang mungkin masuk dari konektor LCD. Jika LCD blank, gambar ataupun tulisan tidak jelas, jangan langsung menuduh LCD yang rusak. Sangat mungkin kerusakan pada komponen ini.

J. Konektor Antena Merupakan tempat untuk menghubungkan antena utama. Jika terjadi koneksi yang kurang baik pada konektor ini, kualitas signal GSM yang masuk akan menurun drastis, keluhan para pengguna dalam kasus ini adalah ‘signal lemah’ K. Regulator DC IC Audio

Berfungsi untuk menghasilkan tegangan tertentu untuk IC Audio. Sebagai komponen aktif, IC audio jelas membutuhkan supply tegangan. Tegangan kerjanya berasal dari komponen regulator IC audio ini. Jika IC ini tidak bekerja IC audio tidak akan bisa bekerja. Gejala yang timbul adalah tidak ada sama sekali suara dari speaker, headset, maupun suara yang hendak dikirim melalui microphone.

L. IC Audio Fungsi : Sebagai pengolah sinyal suara yang masuk dari IC RF, kemudian diperkuat dan diteruskan kepada speaker, memperkuat getaran suara yang telah diubah terlebih dahulu oleh mic menjadi getaran listrik kemudian diteruskan ke IC RF, menjalankan perintah dari CPU. Pada IC Audio juga terdapat PCM (Pulse Code Module) dan EEPROM yang berfungsi untuk membaca kode sinyal yang datang dari operator untuk disesuaikan dengan IMEI ponsel. Disamping itu juga berfungsi untuk menyimpan data-data yang bersifat permanen seperti imei, phone code, dsb.

Seperti yang sudah dijelaskan pada episode pertama, untuk melakukan perbaikan pada handphone diperlukan pemahaman tentang fungsi dan jenis komponen. Bertujuan agar mempermudah analisa kerusakan pada handphone yang rusak

– See more at: http://vtiga.com/2015/10/bedah-ponsel-xiaomi-redmi-1s-bag-2/#sthash.zlcw9kwd.dpuf

Ikuti Kami dan Bagikan
0

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here