Perkembangan Android yang begitu cepat, tentu saja tidak disia-siakan oleh para produsen ponsel di dunia. Terlebih lagi, karena bersifat ‘open source’ , android bisa digunakan tanpa harus membayar royalti yang mahal. Tak heran, hampir semua pabrikan ponsel saat ini, menggunakan Android sebagai sistem operasinya.

Karena tidak semua ponsel menggunakan jenis Chip Processor yang sama, maka sistem operasi yang digunakan harus disesuaikan dengan tipe CPU yang digunakannya. Oleh sebab itu, kita tidak bisa dengan mudah mengisi firmware suatu ponsel. Firmware yang diisi harus sesuai dengan tipe dan merk dari ponsel tersebut.

Permasalahan yang paling sering dihadapi oleh rekan-rekan teknisi adalah, sulitnya mencari tipe firmware yang benar-benar cocok untuk ponsel android. Terutama ponsel yang merknya belum mendunia seperti Samsung, Sony dll. Bagaimana mengakali masalah tersebut? VTIGA Kursus Teknisi HP dan Laptop akan membahasnya.

Kali ini VTIGAmendapatkasusAdvan T2C yang hardbrick akibat sebelumnya di flashing menggunakan firmware yang tidak cocok dengan sericpunya, akibatnya tablet tidak mau menyala lagi. Saat dihubungkan dengan usb, PC tidak merespons sama sekali. Hal ini tentu saja berbeda dengan ponsel Android lainnya, pada saat dihubungkan ke PC via USB, PC akan mendeteksi perangkat baru sedang terpasang.Kondisi ini disertai dengan gejala bahwa ponsel tersebut tidak bisa masuk recovery mode. Memang untuk android yang memiliki cpu tipe Rock Chip memiliki kemungkinan hardbrick apabila gagal flashing. Oleh karena itu VTIGA akan membagi pengalaman cara –cara memperbaikinya,