Sebagai ponsel BlackBerry paling sukses mengusung sistem operasi terbaru BlackBerry OS 10, ponsel Q10 terbilang laku di pasar. Memang jika dibandingkan dengan volume penjualan saat BlackBerry masih berjaya, seri Q10, memang dibawah seri-seri sebelumnya. Namun tetap saja cukup laris di pasaran nasional. Karena memang didesain untuk menjalankan sistem operasi yang baru, banyak perubahan yang jelas terlihat pada ponsel ini. Dari sisi hardware, banyak pula yang diubah demi mencapai performa yang maksimal. Jangan bingung jika kita melihat banya IC-IC yang baru dirancang, terpasang pada mainboard Q10. Seringkali pula, hal ini mengakibatkan rekan-rekan teknisi kurang percaya diri saat memperbaikinya. Seperti yang dialami seorang murid dalam sesi studi kasus. Pada sesi ini, setiap murid diperbolehkan untuk membawa ponsel yang rusak untuk ditangani bersama. Pengajar dan asisten akan membimbing murid-murid untuk memperbaiki kerusakan ponsel tersebut. Saat pelajaran baru saja dimulai, seorang murid datang menghampiri saya sambil membawa ponselnya Q10 yang mati total. Dengan raut agak kesal, sang ia berkeluh, “ Sebenernya BB Q10 ini, masih dalam masa garansi, tapi waktu dibawa ke service center, ditolak untuk diperbaiki. Alasannya karena ponsel ini pernah kemasukan air sebelumnya. Sudah dicoba dipanasi IC-nya, tapi masih tidak bisa nyala juga. Apalagi yang harus dikerjakan ya?” tanyanya. Tanpa menghabiskan banyak waktu lagi, ponsel tersebut dibongkar, lalu diperbaiki bersama-sama sampai selesai.